Selasa, 10 April 2012

Kota Amoy penghasil Ayam


 



Di Kalbar kota Singkawang merupakan kota yang dikenal sebagai kota amoy,  hal ini dikarenakan banyaknya omoy-oamoy di kota singkawang yang terkenal cantik-cantik bahkan sampai terkenal keluar negeri maka tak ayal banyak para lelaki sekelas negri ginseng yang terkenal dengan music K Pop nya untuk datang kesingkawang buat mencari pasangan hidup. Tetapai itu bukanlah hanya satu sisi yang menarik dari kota ini. Kendati berstatus kota, Singkawang ternyata penghasil telur dan ayam pedaging yang menyuplai Kota Pontianak dan Kalbar umumnya.
 “Produksi daging ayam pada 2010 yang mencapai 5.492,119 ton meningkat menjadi 6.061,248 ton pada 2011,” ungkap Agus Daryanto, Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Singkawang, kemarin (22/2).
Melalui penelusuran Mimbar Rakyat Dari data yang didapat Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Singkawang mencatat pada 2011 produksi ayam ras 1.855,494 ton dan ayam pedaging 4.159,474 ton, ditambah ayam buras (kampung) 46,280 ton.
Peningkatan produktivitas daging ayam, menurut Agus, didukung perkembangan populasi ternak ayam kota amoy itu yang terus menanjak. “Pada 2011 mencapai 499.688 ekor ayam kampung, 2.071.171 ekor ayam petelur atau layer dan 1.856.875 ekor ayam pedaging,” ungkapnya.
Dari populasi ayam itu, yang dipotong selama 2011 mencapai 29.153 ekor ayam kampung, 459.815 ekor ayam petelur dan 888.665 ekor pedaging. Sementara itu pengembang biakan terus dilakukan  berkesinambungan sepanjang tahun.
Menurut Dullah penjual ayam potong dipasar flamboyan Pontianak ketika ditemui Mimbar Rakyat di sela-sela waktu kerjanya “ stok ayam potong tidak hanya dari sekitar kota Pontianak saja tapi dari kota singkawang apalagi pada hari-hari besar kebutuhan ayam meningkat tinggi. (23/2/2012).
Meroketnya populasi ayam pedaging juga mendorong meningkatnya produksi telur yang dipasarkan sampai luar Singkawang dan beberapa wilayah Kalbar. Data terakhir menunjukkan produksi telur ayam buras mencapai 136,279 ton dan ayam petelur sekitar 22.653,496 ton. “Jumlah jauh meningkat dari tahun sebelumnya,” kata Agus.
Selain pasar Singkawang, daging dan telur ayam juga diserap Kabupaten Bengkayang, Sambas, dan bahkan ke Sintang untuk ayam pedaging. “Sedangkan telur dipasarkan ke seluruh wilayah Kalbar, karena produktivitasnya tinggi,” katanya.
Menurut Aqiong pedagang agen telur di kota Pontianak ketika ditemui Mimbar rakyat di kios miliknya “untuk memenuhi kebutuhan telur tidak hanya cukup dari kandang sekitar Pontianak saja tetapi sebagian besar didatangkan dari Singkawang (23/2/2012)
Keberhasilan swasembada ayam membuat Singkawang mampu menyuplai daging dan terutama telur. Terutama untuk memenuhi kebutuhan telur Kota Pontianak.
Tingginya produksi ayam dan telur tidak terlepas dari keberhasilan sekitar 70 peternak ayam skala besar, dengan rata-rata 5.000 hingga di atas 10.000 ekor per peternak.
Tapi beberapa gendala juga tak lepas dari keberhasilan peternak ayam di singkawang. Problem utama peternak hingga saat ini masih terkendala oleh pengadaan bibit ayam petelur, karena harus didatangkan dari Jawa. ”Di Kalbar belum ada pembibitan ayam petelur, harus didatangkan dari Jawa. Biasanya didatangkan satu paket dengan pakannya,” jelas Agus.
Hal ini lah yang terkadang membuat biaya produksi peternak menjadi meningkat. Untuk itu diperlukan pemecahan untuk menanggulangi masalah tersebut. Peran serta Pemda Provinsi maupun Kabupaten sangat diharapkan petani guna melakukan inovasi untuk mendapatkan bibit local yang berkualitas dan murah sehingga dapat menurunkan biaya produksi yang akhirnya dapat menurunkan harga sehingga memudahkan masyarakat untuk mendapatkan ayam berkualitas dengan harga murah yang berarti telah meningkatkan kebutuhan protein hewani bagi masyarakat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar